Kuliner Krengsengan Belut ( Merak Urak-Tuban-jawa Timur )
Tuban disebut juga Kota para wali, karena tuban banyak makam para wali salah satunya makam sunan bonang. Nah, sekarang saya bukan bercerita tentang sejarah kota Tuban, tapi Tentang kuliner tuban yaitu krengsengan belut. Apa sih krengsengan itu? krengsengan sama dengan pepes tapi menggunakan bumbu yg sedikit berbeda.
33021-kuliner-khas-tuban-belut-dan-rajungan-jadi-andalan
Krengsengan Belut juga Merupakan salah satu makanan khas di tuban tepatnya di Desa Manderejo, Kec. Merak Urak, Tuban (Jatim). Pemilik warung itu bernama Ibu masrifah. Bu Masrifah masih menggunakan cara tradisional atau cara desa yaitu menggunakan kayu bakar untuk memasak dan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus krengsengan belut agar memiliki citarasa yang khas.

Untuk jenis belutnya, Bu Masrifah tidak menggunakan belut ternak tapi menggunakan belut liar karena belut liar itu dagingnya keras, kesat, dan lebih gurih. Beda dengan belut ternak, biasnya berlendir dan kurang gurih. Bu masrifah biasa menjual krengsengan belut dengan harga Rp 3000,00, murah kan tapi tanpa nasinya hanya krengsengan belutnya. Nasinya pun ada dua pilihan yaitu nasi putih atau nasi jagung, pilihan nasi sesuai selera anda.

Tampilan dari krengsengan belut memang biasa saja, tapi saat anda memakannya akan terasa di lidah bumbu-bumbu khas dari krengsengan belut. Selain krengsengan belut, di warung Bu Masrifah terdapat pepes belut, ikan gabus, dan rajungan yang menjadi menu andalan.

Untuk kamu pecinta kuliner belut langsung saja kunjungi warung Bu masrifah-Manderejo-kec. Merak Urak-Tuban (Jatim).