Museum Mpu Tantular adalah kelanjutan dari Museum Stedelijk Historich. Surabaya yang dibangun oleh Von Faber, seorang kolektor Jerman dan menetap di Surabaya. Dia membangun museum sejak tahun 1922 dan dapat direalisasikan pada tahun 1933, dan baru saja dibuka pada tanggal 25 Junes 1937.

 

Nama Museum Stedelijk Historich Surabaya pada tahun 1972 diubah menjadi Museum Jawa Timur pada 1 Novembers 1974 dengan nama Museum Negeri Propinsi Jawa Timur “Mpu Tantular”. Pemberian nama sebagai penghargaan besar terhadap Majapahit, penulis buku Arjunawijaya dan Sutasoma yang dalam bukunya terkandung Bhinneka Tunggal Ika sebagai filosofi bangsa Indonesia.Museum ini terletak di Raadhius Ketabang kemudian pindah ke Jalan Tegalsari, ke rumah seorang janda Han Tjiong King yang punya luas lima kali dari ukuran semula. Dari Tegalsari pindah lagi ke Jalan Pemuda 3 Surabaya (sekarang SMA Trimurti).

Sejak 1974 hingga 2001 di bawah Direktorat Jenderal Budaya dan Museum yang adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan sejak otonomi daerah Jawa Timur menjadi UPTD. Sejak 14 Mei 2004, Museum Mpu Tantular pindah lagi ke Jalan Buduran, Sidoarjo dari alamat pertama di persimpangan di Jalan Diponegoro dan Jalan Darmo Surabaya.

Karena perkembangannya, maka ruangan ini juga dirasakan tidak memuaskan dan memadai, maka dicoba untuk mendapatkan ruangan yang memadai dan lebih luas untuk museum. Usaha yang dijalankan mendapat berkah berkat diperolehnya gedung baru di Jalan Simpang yang sekarang disebut sebagai Jalan Pemuda Surabaya, dan dibiayai oleh publik.

Von Faber meninggal dunia pada 30 September 1955. Setelah Von Faber meninggal, museum menjadi tidak terawat, banyak koleksi yang rusak atau hilang. Kemudian museum ditempatkan di bawah Pusat Pendidikan Umum yang menjaga kelangsungan hidup museum.

Setelah timbul inisiatif untuk menyerakan museum ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur, maka pembukaan dilakukan pada tanggal 1 November 1974. Selanjutnya, ‘Museum Negeri Jawa Timur’ disebut menjadi Museum ‘Mpu Tantular “dengan lokasi awalnya di Jalan Pemuda 3 Surabaya. Karena penambahan koleksinya maka pada pertengahan September – Oktober 1975, museum ini dipindahkan ke Jalan Taman Mayangkara 6 Surabaya, yang diresmikan pada 12 Augusts 1977.

Sampai 2005, jumlah koleksi Museum menjadi sekitar 15.000 yang diklasifikasikan menjadi 10 jenis koleksi yaitu Geologi, Biologi, Etnografi, Arkeologi, Sejarah, Numismatik dan Heraldic, Filologi, Seni Rupa dan Teknologi Keramik. Koleksinya berasal dari zaman prasejarah, Hindu-Buddha, zaman Islam, kolonial dan modern.

Untuk Berkunjung

  • Selasa sampai Kamis pukul 08.00 – 15.00
  • Jumat jam 07.00 – 14.00
  • Sabtu jam 08.00 – 12.30
  • Minggu jam 08.00 – 13.30
  • Pada hari Senin, museum tutup, tapi kantor masih buka.
  • Hari libur nasional, tanggalan merah, museum ini tutup